MEMBENTUK KARAKTER ANAK YANG TANGGUH DAN BERPRESTASI DI ERA MILENIAL DAN ERA DIGITAL
MEMBENTUK KARAKTER
ANAK YANG TANGGUH
DAN BERPRESTASI DI ERA MILENIAL DAN ERA DIGITAL
Zaman globalisasi dann era milenial ditandai dengan berkembangnya dunia teknologi secara
pesat. Bahkan dunia saat ini sedang berada pada masa/era revolusi industri 4.0 yang ditandai
dengan digitalisasi pada berbagai hal. Perkembangan teknologi
yang berkembang pesat memberikan pengaruh
positif maupun negatif
bagi manusia, terutama dalam pendidikan.
Orang tua dituntut
untuk bisa memahami
perkembangan teknologi karena
banyak anak yang terpengaruh oleh dunia digital.
Apabila anak-anak tidak diarahkan dengan
baik maka mereka bisa terkena dampak negatif
teknologi yang akan
mengganggu tumbuh kembangnya. Berbagai kasus ditemukan tentang
pengaruh negatif teknologi terhadap anak, misalnya kecanduan game sehingga mengganggu konsentrasi belajar anak. Orang
tua perlu menerapkan pengasuhan yang tepat
sesuai dengan kondisi
masa kini yang
serba digital.
Lalu Anak-anak yang seperti apa yang menjadi
harapan orang tua dan guru dan Pemerintah…?
Tentunya Setiap orang tua mengharapkan anak-anaknya akan menjadi anak-anak
yang terbaik dan berprestasi disegala bidang baik dibidang akademik maupun
dibidang non akademik....
Pendidikan nasional
bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
tersebut itulah diperlukan kemitraan yang kuat antara
keluarga, satuan pendidikan, dan juga masyarakat. Dengan
demikian, unsur
yang terdiri dari trisentra pendidikan
(keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat) bisa menjadi lingkungan pendidikan yang kondusif
bagi ruang belajar
anak.
Kemitraan antara satuan pendidikan dengan keluarga dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan sejalan dengan
visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu “Terbentuknya insan serta ekosistem
pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong”. Oleh karena itu, kemitraan
antara trisentra pendidikan tersebut dapat berjalan dengan baik dan
bermakna.
Keluarga sebagai unsur dalam ekosistem yang terdekat dengan anak mempunyai
banyak kesempatan berinteraksi dan berkomunikasi dengan
anak. Bentuk dan cara interaksi dengan anak yang dilakukan dalam keluarga akan
mempengaruhi tumbuh kembang
dan karakter anak.
Karakter anak harus
dibentuk di keluarga, kemudian diperhalus di satuan pendidikan dan didukung oleh masyarakat.
Proses penumbuhkembangan karakter anak tidak mudah, banyak tantangan yang
dihadapi apalagi di era milenial saat ini dimana pengaruh
kemajuan teknologi digital sangatlah kuat yang bisa berdapak negatif apabila
kita tidak bisa menyikapi dengan arif dan bijaksana. Oleh karena itu,
pelaku pendidikan harus berperan aktif
dan menjalin kemitraan
dalam membangun komunikasi yang efektif dengan keluarga, khususnya orang tua.
Setiap keluarga tentunya menginginkan keluarganya menjadi
keluarga yang Sakinah mawaddah warahmah....
Timbul pertanyaan apa yang dimaksud keluarga yang sakinah
itu...?
Keluarga
Sakinah adalah satu keluarga yang dalam kehidupan rumah tangganya merasakan ketenteraman,
kerukunan dan kedamaian, serta mampu memenuhi kebutuhannya secara layak dan
seimbang, baik duniawi maupun ukhrawi.
Untuk itu Pengasuhan dan
pendidikan di keluarga adalah yang pertama dan utama. Anak dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik apabila pengasuhan yang dilakukan dalam keluarga sesuai
dengan tahap perkembangan dan usianya, juga dengan mengedepankan
prinsip-prinsip pengasuhan yang positif.
Membangun
komunikasi efektif dan menerapkan disiplin positif dalam keluarga merupakan salah satu cara yang dapat
orang tua lakukan dengan mendukung optimalisasi perkembangan anak yang meliputi
aspek fisik, berfikir, perasaan, dan sosial.
Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa untuk membentuk generasi milenial yang
tangguh saat ini dan kedepan adalah pendidik di lingkungan keluarga,
karena pendidikan di keluarga adalah pendidikan yang pertama dan utama.
Orang tua adalah sosok contoh utama yang akan menjadi pigur dan rujukan oleh
anak-anaknya. Diasamping itu pendidikan Formal maupun non formal juga sangat
penting karena pepatah dan semboyan mengatakan “Pendidikan bukan segalanya tetapi dengan Pendidikan orang bisa meraih
segalanya, ingin bahagia dunia dengan Pendidikan, ingin bahagia akhirat dengan
Pendidikan dan ingin bahagia dunia akhirat juga dengan Pendidikan” dan
juga menjadi semboyan dan pepatah kita dalam memotivasi anak dalam pedidikan ini adalah : “Harta bisa karena keturunan tetapi
Pendidikan tidak bisa karena keturunan”
Demikian semoga tulisan
sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi bagi penulis
pribadi untuk membentuk keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah...!!





Komentar
Posting Komentar